Pengembangan Human Factor Di dalam Mining Management (Operation dan Maintenance) sebagai strategi Menurunkan Human Error dan Meningkatkan Cost Efficiency dan Safety

Oleh  : Yoga Ernanto Prabowo

 

Seringkali kita temukan beberapa kejadian di dalam operasional pertambangan yang mengakibatkan Fatal Incident, ataupun nyaris insiden / near miss baik itu di area Front, Hauling atau bahkan di Workshop sekalipun. Jika kita melihat hal tersebut maka beberapa dari kita langsung berpikir kemungkinan adanya faktor kesalahan manusia atau istilah kerennya Human Error yang mempengaruhi dalam aktivitas di industry pertambangan tersebut,

Apa yang menyebabkan Human Error? Ternyata sebelum kita melangkah kepada istilah human error atau mengkambing hitamkan si “end user” yang terkena accident, sesungguhnya ada “aktor” dibalik itu semua, yaitu “Human Factor”, istilah yang sepertinya jarang bahkan tidak pernah dibahas.

Human Factor atau faktor manusia merupakan Ilmu yang mempelajari tentang pemahaman sifat-sifat manusia terhadap lingkungannya, atau secara luas didefinisikan sebagai studi tentang semua aspek dari cara manusia berhubungan dengan dunia di sekitar mereka, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja operasional atas dasar keselamatan / safety. Di dalam Human Factor juga ditemukan istilah ergonomi yaitu ilmu yang mempelajari kerja manusia.

Dalam kasus di lingkungan Industri Pertambangan kita bisa mengambil contoh prinsip pengembangan analisa Human Factor, misal jika kita akan melakukan pekerjaan Overhaul Engine di Area Workshop, maka perlu dilakukan analisa / JSA terhadap Tools yang layak bagi pekerjaan tersebut, posisi kerja mekanik yang natural, desain alat kerja atau produk yang sesuai ukuran tubuh si Mekanik, pola organisasi kerja ataupun jumlah manpower yang efektif, bahkan sampai jenis kerja yang cocok bagi individu berdasarkan grade / golongannya dan masih banyak lagi.

Kemudian jika kita angkat ke area Operation, Salah satu nya adalah seperti yang dibahas diatas adalah beberapa kali unit mengalami kecelakaan. Kita tahu seperti yang diberitakan bahwa ada banyak korban yang bahkan meninggal dalam kecelakaan dan operator sering dijadikan “tersangka utama” karena human error. Ya mungkin itu memang human error, namun apakah human error itu selalu terjadi karena kesalahan si operator? Kemudian bagaimana kondisi kesehatan si operator? Bagaimana kondisi unitnya? Bagaimana maintenance unitnya? Bagaimana proses shift atau penjadwalan operator? dan masih banyak faktor-faktor manusia (human factors) lainnya yang semua itu jarang atau bahkan beberapa tidak pernah dijadikan bahan penyelidikan.

 

Melihat adanya berbagai macam kejadian tersebut di lapangan , maka di dalam konsep management di industry pertambangan konsep pengembangan analisa Human Factor mutlak dilakukan. Jika selama ini konsep Management hanya menggeluti masalah teknis seputar makro proses management produksi maupun maintenance, maka factor management dan kinerja manusia yang mengintegrasikan Human Factor didalamnya juga perlu dilakukan untuk menjamin aspek safety dan cost efficiency kedepannya.

Masalah kinerja manusia juga bisa menjadi salah satu ancaman yang signifikan terhadap sistem keamanan di bidang pertambangan. Perlu dicatat bahwa industri pertambangan mengintegrasikan berbagai macam lintas disiplin ilmu, seperti transportasi jalan, manufaktur/maintenance, dan operasi rekayasa tambang yang memiliki porsi problem yang seimbang.

Oleh karena itu, pemahaman atas kecelakaan kerja atau insiden hanya akan diperoleh jika unsur manusia dipandang sebagai bagian fundamental dari sistem kerja yang lebih luas, daripada hanya mempertimbangkan sisi produktifitas dan teknis.

Sehingga walau ada ekspetasi peningkatan permintaan untuk peralatan pertambangan yang lebih besar, lebih kuat, lebih cepat, lebih aman, dan lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, namun ukuran bukan satu-satunya parameter penting. Kehandalan peralatan yang tinggi, desain yang lebih kuat, dan kinerja yang efisien adalah harapan, atau setidaknya antisipasi, perusahaan tambang terhadap Human Error. dan tentu saja, hal tersebut akan “memaksa” produsen peralatan untuk merancang dan membangun persyaratan seperti itu, karena pengelola pertambangan tersebut ingin lokasinya aman dan efisien, dan operator juga akan benar-benar mampu mengoperasikannya secara optimal.

 

Dengan asumsi pentingnya Human Factor akan lebih diakui oleh industri pertambangan secara keseluruhan, maka metode Human Factor Analysis, pengetahuan, dan temuannya, perlu digunakan ke tingkat yang lebih besar dalam desain, pembelian, set-up, dan manajemen peralatan. Sebagai contoh, Human Factor analysis didalam pengadaan peralatan, maka salah satu cara untuk mencapai ini adalah dengan melakukan audit ataupun checklist spesifikasi fungsional yang dirancang untuk membantu dalam pembelian peralatan baru.

Sebagai tuntutan terhadap peningkatan industri pertambangan, teknologi harus beradaptasi dengan mengoptimalkan efisiensi dan meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan keselamatan.

Metode yang sama juga dapat diterapkan untuk mengembangkan proses Supply Management. Dengan mengembangkan prinsip Human Factor di dalam proses Procurement, maka akan kita dapatkan analisa spesifikasi fungsional yang sesuai melalui tender dan pengadaan peralatan yang terbaik untuk memastikan peralatan yang aman dan efisien.

Hasil dari pendekatan semacam itu akan menguntungkan perusahaan pertambangan, karena telah berhasil meningkatkan standard spesifikasi peralatan yang efisien dan aman. Lebih khusus lagi, jika hal itu dilakukan melalui produsen peralatan Originated Equipment Manufacturer (OEM) maka pabrikan juga akan berpotensi membantu untuk membuat desain terbaik dari peralatan tersebut. Proses tersebut kemudian konsisten dikomunikasikan dengan pihak OEM, yang pada akhirnya akan didapat keuntungan finansial.

Pada lingkup operation dan maintenance, ada sebuah metode atau konsep yang dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan Human Factors didalamnya yaitu Operation and Maintainability Analysis Technique (OMAT) – Horbery et al, 2009.

OMAT secara umum adalah proses penilaian risiko yang berorientasi pada tugas yang berfokus pada faktor manusia yang berhubungan dengan Mobile Mining Equipment.

Ada beberapa langkah atau proses yang dapat dilakukan untuk menentukan Analisa yang berkaitan dengan OMAT, diantaranya :

  1. Prioritaskan tugas-tugas yang dianggap penting (berdasarkan jenis keamanan dan kriteria ), Meskipun idealnya semua tugas harus dikerjakan, namun batasi hanya untuk fokus pada hal yang dianggap prioritas.
  2. Jelaskan dan analisa setiap langkah-langkah kerja yang konstituen terhadap pekerjaan yang dianggap prioritas tersebut, sehingga dapat ditemukan adanya penyimpangan yang terjadi dalam setiap langkah pekerjaan, bisa menggunakan media JSS dan JSA.
  3. Mengidentifikasi setiap resiko pada setiap langkah pekerjaan. Bisa menggunakan matriks resiko yang biasa digunakan dalam area pertambangan.
  4. Mengembangkan solusi. Untuk risiko yang telah teridentifikasi pada langkah 3, maka selanjutnya adalah mengembangkan berbagai macam solusi yang mungkin bisa diaplikasikan berdasarkan skala prioritas.
  5. Pihak OEM Menerima feedback terhadap solusi dari Costumer (Pemakai Alat).Biasanya pihak Pabrikan / OEM akan mengembangkannya lebih lanjut, (misalnya dalam bentuk spesifikasi teknis), namun untuk proses yang spesifik seperti pada indistri pertambangan tentu akan terus dievaluasi, mengingat tidak semua produk akan digunakan untuk kegiatan pertambangan
  6. Mengontrol list daftar resiko yang dikontrol oleh Perusahaan pertambangan maupun Pabrikan, Hal ini termasuk siapa yang bertanggung jawab untuk aspek-aspek desain. Informasi ini mungkin sangat berguna untuk lokasi pertambangan dan memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan kontrol atas setiap risiko yang berhubungan dengan peralatan yang tersedia

untitled

Masih banyak berbagai metode atau cara yang dapat dilakukan untuk menganalisa setiap resiko pekerjaan yang berhubungan dengan Faktor Manusia, dan semoga tulisan ini dapat dijadikan referensi untuk mengembangkan integrasi Human Factor Analysis ke setiap jenis pekerjaan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s